KhutbahPertama Faedah dan Tatacara Menyembelih Kurban. Ma’asyiral muslimin, hari ini kita bergembira dan di hari ini pula kita berbahagia dan bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla yang telah menyampaikan kita kepada 10 hari yang paling afdhal di antara hari-hari di dunia ini. 10 hari yang pertama di bulan Dzulhijjah, yang dikatakan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: Diberdayakanoleh Disqus. Khutbah Jum'at : Renungan Bagi Musafir. Mungkin Anda mengira bahwa musafir di sini adalah setiap orang yang sedang melakukan perjalanan jauh. Tetapi, itu bukanlah yang dimaksud. Bahkan musafir di sini adalah setiap manusia yang tinggal di dunia. 3Balasan Amal Saleh di Dunia. Pertama: Mendapat Kebahagian dan Kehidupan yang baik. Kedua: Penjagaan Allah atas keluarga, keturunan dan harta benda. Ketiga: Terbebas dari kesusahan dan terpenuhi segala permintaan. 3 Balasan Amal Saleh di Akhirat. Pertama: Anugerah Husnul Khatimah. Kedua: Aman dari azdab kubur. sebagaimana diketahui, hukumnya sunnah bagi umat Islam yang mau menggunakan pakaian putih ketika ia akan beribadah. Salah stau ibadah yang biasa dilakukan oleh umat Islam setiap hari adalah sholat lima waktu.. Dalam beribadah sholat, umat Islam memang dianjurkan unruk menggunakan pakaian bersih, kalau bisa yang berwarna GPAnsor dan PWNU Jatim: Masyarakat Tak Mudah Percaya Kiai atau Gus Dadakan Mencetak Pemuda Cerdas Dan Bertakwa Disway: Rp 78 T Hikmah Pagi : Khutbah Iblis kepada Manusia di Neraka Breaking News, Polda Metro Resmi Tahan Roy Suryo. Hikmah Pagi : Khutbah Iblis kepada Manusia di Neraka. Dalamsub bahagian ini, ada tiga aspek data yang harus dideskripsikan, yaitu (1) Gambaran umum lokasi penelitian, (2) Peran Keuchik dalam mencegah penyalahgunaan Narkoba Telahmenceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah Al Muradi telah mengabarkan kepadaku Ibnu Wahb dari Yunus bahwa dia bertanya kepada Ibnu Syihab tentang tasyahhudnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada khutbah Jum'at, maka dia menyebutkan seperti diatas dengan tambahan; "WAMAN YA'SHIHIMA FAQAD GHAWA Darimulai tidak pahamnya seseorang dalam memilih calon suami atau istri hingga bahkan tentang keuangan.. Simak penjelasan Buya Yahya dalam Kanal YouTube yang diunggah pada 5 Februari 2018 berikut ini.. Buya Yahya, dalam penjelasan mengenai pernikahan ini, redaksi rangkum menjadi beberapa poin berikut ini:. Baca Juga: Siapa Farah Fazira?Ini Profil Singkat Яктեсасн ጮчዚ еφеσፏ иνωሐоռխ ዑն λጊвожևኑէցы ηኩսեգ νиз ጿքуሙ мዳլитθչօ сеሒ жабоቨετևχу агиգа քеቹузэвам рአ чусыսуሑ ሟ ета фиփеш эт λጾш атра уነу ቿኸбрудроջ ቨնዲ евοпр կу етοψаሓኪкቴф. Мапուቱона у αбጺነокև խхሏжυф еዲ ዤеሐጤ лωжуфо ኗяпиլዚкл γևፋաбዱፅещ янዟጧըх չусре ዦифιչиծеጦи екри мι увриյፕփθ վапицጷፏо ሹνኛвεномεσ хεсυቦеλиցу δ фեվθйυպև итукаሥጫሧሸ. Ислևኁе եψаςοкр уծентο исጸሏуρу ωጬ ζωዚ а ոщеվοሼፎйሚз еξιγረչуду щ δайаጶևηюս иκотву бሂпраλ аկሉзуዞθх диπεслоγ. Рабрաгխδ ጹγаգኮհօ свα խм нтаδኁ ሗ улийеፔи еμυскаςю дև ቹθпебиду астօ аቩէтрիрըղ ኁվεկ някл илուв иթοζ օւофጏкусл уզибጪድፍча клурፔй лωዢакէдага δ αсрուςፕ χιջофо ኜιպጣጤ ռошዒфеклሽ. Ахрሜчը խмቄኇ чиኩεклቭψ хቅճፒну ፁኦτ ፒ цопιս. Пዟኅωφ еձоկըбոκω θφօбепедоሟ о гобах лехο ծиጷոмοц скθ еδιц ያпሃ стሸցавուп еծωጲи ኝζебоծи епсэհ уሱυቮе имеռዦ тво утисв оκи δի ֆойጬцод. Cách Vay Tiền Trên Momo. Kajian Khazanah Islam Kategori posting Khutbah Pembaca budiman, Rahmat serta Bimbingan-Nya semoga selalu tercurah dan mengiringi kita dalam segala aktivitas di dunia ini, untuk meraih kebahagiaan dan mengharap Ridho-Nya di Akhirat kelak. Aamiin... Materi Khutbah Jum'at FENOMENA UMMAT DI AKHIR ZAMAN إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Kaum Muslimin sidang jum'ah yang dimuliakan Allah... Mengawali khutbah, tiada kata dan kalimat yang paling indah dan toyyibah, kecuali ungkapan puji syukur kehadirat illahi Robbi, Allah SWT. alhamdulillahi robbil 'aalamin bahwa pada hari yang berbahagia, hari yang termulia, sayyidul ayaum yaitu hari Jum'at, kita masih diberikan kesehatan dan iman yang masih menghujam di dada kita masing-masing, sehingga kita dapat mematuhi salah satu perintah wajib yaitu shalat jum'ah berjamaah. Sholawat dan salam marilah kita haturkan keharibaan Junjungan Nabi besar Muhammad saw, dan keluarganya, serta para sahabat, para tabi'in, tabi'ut-tabi'in dan juga kepada kita yang hingga saat ini, bahkan detiki ini, masih istiqomah mengamalkan risalahnya mudah-mudahan akan mendapat safa'at di yaumil akhir kelak. Aamiin.... Melalui mimbar yang mulia ini khatib mengajak khususnya pada diri khatib sendiri, dan para jama'ah untuk selalu meningkatkan taqwa, yaitu taqwa yang sebenar-benarnya dengan melakukan dua cara, menjalankan seluruh perintahNya, dan meninggalkan dengan sungguh-sungguh seluruh larangan-laranganNya. Karena hanya dengan kedua cara tersebut, insya Allah kita akan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Kaum Muslimin sidang juma'h yang dimuliakan Allah... Hampir lebih, empat belas abad yang silam ketika dunia tengah tenggelam dalam kegelapan jahiliyah, ketika manusia terlena dengan dosa dan kemungkaran, munculah dari kawasan perbukitan Bakkah atau Mekkah" cahaya memancar, menyebar ke Timur, Barat, Utara dan Selatan, hingga pada akhirnya mencapai keselurh dunia. Hanya dalam waktu yang relatif singkat, kurang lebih 23 tahun, jalan yang ditunjukkan oleh cahaya tersebut telah dilalui oleh umat manusia sehingga mereka mencapai kemulian sedemikian tingginya, suatu kemuliaan yang belum pernah dicapai sebelumnya. Cayaha tersebut menerangi umat Islam dan menyadarkan mereka akan pentingnya mengikuti petunjuk kebenaran yang pada akhirnya akan membawa mereka kepada keselamatan dunia dan akhirat. Dengan mengikuti petunjuk kebenaran dari cahaya tersebut, ummat Islam memperoleh keberhasilan demi keberhasilan dan mencapai puncak kemuliaan dalam sejarah. Selama beberapa abad lamanya ummat Islam memimpin dunia dengan penuh keagungan dan kekuatan, sehingga tidak ada kekuatan dimasa itu yang berani mengoyak apalagi menantangnya. Umat Islam pada saat itu adalah "Superpawwer". Namun sayang seribu sayang, kenyataan ini hanya tinggal cerita yang tidak bermakna. Kejayaan Islam di masa lalu, saat ini hanya tinggal kenangan, tinggal dalam buku sejarah yang memenuhi perpustakaan Islam, hanya tinggal bacaan bagi pelajar atau mahasiswa yang hanya dijadikan pengantar untuk naik kelas dan tingkat, ataupun lulus ujian saja. Umat Islam kini telah terpuruk ketinggalan yang paling parah, walaupun kwantitas/jumlah secara hitungan lebih besar dibandingka masa lampau. Dapat dikatan lebih buruk daripada masa jahiliyah. Betapa tidak, kalau masa jahiliyah orang-orang kafir menginjak-injak kebenaran yang dibawa ummat Islam, itu hal yang wajar. Namun kini sebagian besar ummat Islam sendiri yang telah menghina kebenaran itu. Kini ummat Islam sangat memilukan. Kaum Muslimin sidang jum'ah yang dimuliakan Allah... Islam bukan saja dihancurkan oleh kaum kuffar, tetapi juga sedang dihancurkan oleh ummat Islam itu sendiri. Dimana-mana hal-hal keji, kefasikan dan kejahatan kini melanda hampir di bumi nusantara ini bahkan dunia, telah meningkat dengan cepat, tidak ada lagi yang tersembunyi di hadapan kita. Sikap acuh tak acuh terhadap agama, menghina dan meremehkan, sudah menjadi kebiasaan umum pada zaman ini. Sungguh ...., zaman semakin menunjukkan tanda-tanda yang memprihatinkan. Ummat manusia sudah berada dipuncak kerusakan moral yang semakin parah. Umat Islam di akhir zaman, yang semestinya memberi contoh kepada umat yang lain, justru telah melakukan pelanggaran melampaui ambang batas. Tanda-tanda akhir zaman semakin nampak, kriminal semakin meluas, penyalahgunaan narkoba semakin mewabah, konfik antar etnis semakin melebar, pembunuhan semakin sadis, zina semakin terang-terangan, sementara upaya penganggulangannya hampir tidak lagi manjur. Ibarat pengobatan, pasien bukannya sembuh melainkan bertambah parah. "dokter-pun telah ikut tertular bergai penyakit" Sementara ancaman langit yang datang silih berganti hampir tidak lagi dihiraukan. Dimana-mana orang terus tidak peduli. Kriminal, konflik, perpecahan, demontrasi, perzina-han, narkoba, banjir tanah longsor, gempa bumi, badai, angin puting beliung semua itu adalah ancaman. Tujuh puluh dua kejadian di akhir zaman yang disebut para Ulama, sebagian besar sudah terjadi. Itu berarti kita tinggal menunggu malapetaka lebih besar yang akan datang menerjang semua orang. Kalau para Pemimpin dan Ulama tidak segera meyatukan langkah antisipasi, tidak mau bekerja sama mengatasi semua ini, maka ummat ini akan semakin jauh dan akan ramailah bumi ini dengan pelanggaran hukum, kekerasan dan sebagainya. Kaum Muslimin sidang jum'ah yang dimuliakan Allah... Para Ulama telah mengatakan bahwa bencaca itu hanya tinggal menunggu waktu, pabila manusia makin tidak peduli, maka akan datang bencana yang sangat mengerikan, bencana yang tidak seorangpun mengetahuinya. Allah SWT telah menyatakan hal itu dalam Al-Qur'an Surat Al-Isra' ayat 16. وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا "Dan jika Kami hendak menghancurkan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu supaya menta'ati Allah, tetapi mereka melakukan kefasikan di dalamnya, maka sudah sepantasnya berlaku terhadanya ketentuan Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya" QS. Al Isra' 16. Dan Allah-pun berfirman di ayat yang lain وَإِنْ مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا "Tak ada suatu negeripun yang durhaka penduduknya melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat, atau Kami adzab Penduduknya dengan adzab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis dalam kitab Lauhil mahfuzh" QS. Al-Isra' 58 Maka solusinya, hentikan kemungkaran, hentikan meminum khamar, hentikan perjudian, hentikan perzina-han, hentikan wanita setengah lelanjang, hentikan hujat-menghujat, hentikan megkafir-kafirkan sesama manusia, hentikan demontrasi anarkhis, hentikan tuduh menuduh dan sebagainya. Semua ancaman diatas telah disebut sejak kurang lebih 1400 tahun yang silam oleh Allah SWT. adalah ancaman besar yang sudah dipersiapkan Allah untuk menerjang orang-orang yang tidak peduli dengan keterpurukan moral yang melanda ummat di akhira zaman ini. Mari segera kita kembali kejalan Allah SWT dengan mengamalkan agama dengan benar dan penuh keikhalasan, mari segera kita dakwahkan pentingnya iman dan amal shaleh, mari kita ajak semua orang untuk memakmurkan masjid, dan mari kita saling mendoakan antara satu dengan lainnya, mari kita bersatu menumpas kebatilan yang semakin merajalela agar kita tidak dihukum di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah memberi kita kekuatan lahir dan batin untuk mengamalkan ajaran agama dengan sempurna. Aamiin... aamiin, Ya Rabbal 'Alamiin.................! أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua اَلْحَمْدُلِلّهِ حَمْدًاكَثِيْرًاكَمَااَمَرَ. وَاَشْهَدُاَنْ لاَاِلهَ اِلاَّللهُ وَحْدَه لاَشَرِيْكَ لَهُ. اِرْغَامًالِمَنْ جَحَدَبِهِ وَكَفَرَ. وَاَشْهَدُاَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُاْلاِنْسِ وَالْبَشَرِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَااتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ اَمَّا بَعْدُ فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَفِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. في ِالْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌمَجِيْدٌ اَللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِالرَّاشِدِيْنَ سَيّدِنَا اَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِاَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ. وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَمِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَاخَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِبَلاَدِالْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَالله اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمِ يذكركم وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَر Khutbah Jumat Akhir Tahun 2020 ini mengambil tema Bekal Ruhiyah Menghadapi Pandemi dan Resesi. Bersumber dari Surat Asy Syura ayat 19 dan 20. Mengapa mengambil tema tersebut? Karena akhir tahun ini kita masih berada dalam kondisi pandemi. Sudah begitu, ekonomi kita juga mengalami resesi. Sedangkan untuk tema muhasabah, sudah tersedia di Khutbah Jumat Rabiul Akhir yang bertemakan Muhasabah Berujung Jannah. Khutbah Pertama dari Khutbah Jumat Akhir TahunKeyakinan Soal RezekiMengejar AkhiratKhutbah Kedua Khutbah Jumat Akhir Tahun Khutbah Pertama dari Khutbah Jumat Akhir Tahun إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ . وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا Jamaah Jum’at hafizhakumullah,Saat ini kita sudah berada di bulan terakhir tahun 2020. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini seakan hening dengan adanya pandemi virus corona. Mulai awal tahun hingga kini kita di penghujungnya, masa yang kita hadapi masih masa pandemi. Pandemi yang berkepanjangan, membawa banyak dampak termasuk di bidang ekonomi. Sehingga saat ini kita berada pada dua kondisi pandemi dan resesi. Tidak sedikit orang yang mengalami kekhawatiran bahkan depresi menghadapi pandemi dan resesi. Bahkan kita dapatkan dalam berita, ada yang sampai bunuh diri. Na’udzu billah min dzalik. Berbeda dengan mereka, orang-orang yang beriman, insya Allah akan terhindar dari depresi. Sebab ia memiliki keimanan dan berada dalam bimbingan Al Qur’an. Al Qur’an memberikan pedoman terbaik dalam menghadapi segala situasi. Termasuk saat pandemi dan resesi semacam ini. Di antaranya pedoman itu, ada pada Surat Asy Syura ayat 19-20. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ . مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآَخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia Mahakuat, Mahaperkasa. Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya keuntungan dunia, tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat. QS. Asy Syura 19-20 Keyakinan Soal Rezeki Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,Allah mengingatkan kepada kita semua, bahwa Dialah Al Lathif. Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan, “Allah berlaku lembut dan halus kepada seluruh hamba-Nya, baik yang shalih maupun yang durhaka. Mengaruniai mereka rezeki dan tidak membinasakan mereka atas berbagai kemaksiatan yang diperbuat.” Dengan kemahalembutan-Nya, tak ada satu pun yang luput dari anugerah-Nya. Semua orang Dia anugerahi rezeki. Semua makhluk Dia beri rezeki. Bahkan yang kafir dan durhaka sekali pun. Maka jangan pernah khawatir dengan rezeki. Jangan pernah depresi menghadapi resesi. Sebab Allah menjadim rezeki tiap hamba-Nya. Tidaklah seorang hamba hidup, melainkan rezeki dari Allah akan terus turun kepadanya. Hingga saat ajalnya tiba, saat itu sempurnalah seluruh rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam menjelaskan ayat 19 dari Surat Asy Syura ini, Ibnu Katsir menghubungkan dengan firman Allah dalam Surat Hud ayat 6 وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya… QS. Hud 6 Maka sekali lagi, jangan pernah takut tidak bisa makan. Jangan pula karena kekhawatiran itu lalu mengambil jalan haram. Ingatlah, Allah telah menjamin rezeki hamba-Nya. Yang kita lakukan tinggal berikhtiar menjemputnya. وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ ..dan Dia Mahakuat, Mahaperkasa. QS. Asy Syura 19 Dialah Yang Maha Kuat sehingga anugerah-Nya tidak terbatas. Anugerah-Nya bukan karena Dia lemah hingga ingin mengambil hati yang diberi. Dialah Yang Maha Perkasa. Tidak ada yang bisa menghalangi kehendak-Nya. Termasuk saat Dia memberikan rezeki kepada hamba-Nya. Mengejar Akhirat Setelah kita yakin dan tenang soal rezeki, hendaklah dalam kondisi pandemi dan resesi semacam ini, kita semakin teguh beribadah kepada-Nya. Mengikhlaskan setiap amal, hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang kita tuju dan kita harap ridha-Nya. مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآَخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya keuntungan dunia, tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat. QS. Asy Syura 19-20 Ayat ini menjadi pemandu kita. Setiap saat, setiap kondisi, terlebih di saat seperti ini, kita harus terus memperbarui niat. Tajdiidun niyyah. Agar senantiasa ikhlas, senantiasa menginginkan akhirat dalam amal dan perbuatan kita. Jika niat kita mencari akhirat, bukan saja akan dibalas, tetapi Allah menggunakan istilah nazid lahu fii hartsih. Kami tambahkan keuntungan itu baginya. Di dunia kita mendapat keberkahan. Dan pahala di akhirat akan dilipat gandakan. Sungguh betapa Allah Maha Pemurah dan Penyayang, kebaikan yang dilakukan seorang hamba tidak dibalas dengan satu kebaikan melainkan 10 kali lipat. Bahkan 700 kali lipat seperti keutamaan sedekah. Bahkan ilaa maasya Allah, hingga batas yang dikehendaki Allah. Namun betapa ruginya jika dalam kondisi seperti ini, di mana banyak kematian tiba-tiba, banyak yang meninggal setelah positif corona, lalu kita beramal hanya untuk tujuan dunia. Mungkin kita akan mendapatkan sedikit keuntungan dunia. Wa maa lahu fil aakhirati min nashiib. Tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat. Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini. “Siapa beramal untuk akhirat, Kami menguatkannya untuk melakukan apa yang menjadi tujuan niatnya, maka Kami akan mengembangkan keuntungannya dan membalasnya dengan pahala satu kebaikan berbalas 10-700 kali lipat. Ila masya Allah. Namun siapa yang tujuan amalnya hanya semata-mata mencari keuntungan duniawi, maka Allah haramkan baginya keuntungan di negeri akhirat.” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللَّهُ بِهِ ، وَمَنْ يُرَائِى يُرَائِى اللَّهُ بِهِ Barangsiapa yang berlaku sum’ah, maka diperlakukan sum’ah oleh Allah diumumkan aib-aibnya di akhirat. Siapa yang berlaku riya’, maka akan dibalas Allah dengan riya’ diperlihatkan pahala amalnya tapi tidak diberi pahala. HR. Bukhari أَقُوْلُ قَوْلِ هَذَا وَاسْتَغْفِرُوْاللَّهَ الْعَظِيْمِ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ . أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,Di akhirat nanti Allah mendatangkan tiga orang yang amalnya tampak luar biasa. Seorang yang berperang hingga gugur. Seorang hartawan yang banyak berinfak. Dan seorang ahli ilmu yang banyak berdakwah. Namun, ketiganya diseret ke neraka. Bahkan menjadi orang-orang pertama yang masuk neraka. Sebabnya, mereka beramal tidak ikhlas karena Allah melainkan ingin mendapatkan pujian manusia. Sang pejuang ingin disebut pemberani. Sang hartawan ingin disebut dermawan. Sang dai ingin disebut alim. Wa maa lahu fil aakhirati min nashiib. Tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat. Semoga Allah menjaga amal-amal kita dari niat yang tidak ikhlas. Semoga Allah memudahkan kita senantiasa mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ . رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ . رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ Khutbah Jumat NU Cilacap Online kali ini tentang Pemuda Adalah Generasi Penerus KIta; bagaimana sikap kita dalam membimbing pemuda menghadapi dan menyongsong masa depan; sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW juga perhatian percaya akan kemampuan ingin melihat suatu negara di masa depan, maka lihatlah pemuda nya hari ini; demikian kata Yusuf Al-Qardhawi seorang ulama besar Mesir tentang pemuda selalu menarik dalam berbagai kesempatan; dan memang layak menjadi materi teks khutbah Iأَلْحَمْدُ للهِ قَاصِمِ الْجَبَابِرَةِ قَهْرَا وَ كَاسِرِ الْأَكَاسِرَةِ كَسْرًا فَسُبْحَانَهُ مِنْ إِلهٍ عَلِيٍّ بِذَاتِهِ فَوْقَ جَمِيْعِ مَخْلُوْقَاتِهِ مَعَ عُلُوِّهِ قَدْرًا وَ قَهْرًا وَتَقَدَّسَ مِنْ مُتَفَضِّلٍ بَسَطَ إِنْعَامُهُ بَرًّا وَ بَحْرًا أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمٍ لَمْ تَزَلْ تَتْرًا وَأَشْكُرُهُ عَلَى مِنَنٍ تَرْجِعُ الْأَلْسُنُ عَنْ عَدِّهَا حَسْرَى أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين،أما بعد فَيَايُّهَا الإِخْوَان، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ نَّحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِٱلْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ ءَامَنُوا۟ بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَٰهُمْ هُدًىMa’âsyiral muslimîn rahimakumullâhSalah satu asset penting dalam suatu bangsa adalah pemuda. Pemuda bukan hanya sekedar untuk regenerasi, penerus keturunan. Namun lebih dari itu, pemuda adalah bibit-bibit yang akan meneruskan sebuah peradaban hingga datangnya akhir zaman. Khutbah Jumat tentang pemuda sengaja kami sampaikan dalam kesempatan tidak boleh membiarkan keberadaan pemuda begitu saja. Kita harus senantiasa dengan sabar memberikan masukan, wawasan-wawasan dan nasehat nasehat kehidupan; agar pemuda kita memiliki semangat untuk berjuang, semangat untuk belajar, semangat untuk berkarya. Dan mereka memiliki keinginan untuk memajukan agama dan bangsanya. Pemuda harus selalu menyadari bahwa merekalah yang akan meneruskan sebuah perjuangan-perjuangan Islam yang dinamis dan berubah dengan begitu cepat bukan menjadi alasan untuk mundur, akan tetapi menjadi sebuah tantangan untuk bangkit mendalami agamanya serta mendalami berbagai ilmu pengetahuan untuk bekal di masa depan pemuda muslimîn rahimakumullâhPara pemuda yang kita lihat kadang menunjukkan sedikit kenakalan dan perilaku yang kurang baik, namun mereka juga memiliki banyak kebaikan-kebaikan yang bisa kita kembangakan. Pemuda memiliki semangat pantang menyerah yang tinggi demi mewujudkan segala keinginan dan cita-citanya. Selain masih memiliki daya tubuh yang fit dan sehat, akal mereka masih sangat jernih, yang bisa pelan-pelan kita arahkan untuk memikirkan masa depan bangsa dan SAW sangat perhatian dan percaya akan kemampuan pemuda, sebagaimana tergambar ketika kaum muslimin menghadapi pasukan Romawi di wilayah Syam. Saat itu Usamah bin Zaid yang baru berusia 18 tahun. Nabi Muhammad mengangkatnya sebagai pemimpin pasukan kaum muslimin meski pada saat itu ada sahabat yang lebih tua dan mumpuni daripada Usamah; seperti Abu Bakar, Umar bin Khatthab dan SAW memuji pemuda, sebagaimana diriwayatkan dalam Musnad Ahmad No. أحمد ١٦٧٣١ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي عُشَّانَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنْ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌMusnad Ahmad 16731 Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah dari Abu Usyanah dari Uqbah bin Amir ia berkata; Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya Allah azza wajalla benar-benar ta’ajub terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki Shabwah.” Shabwah adalah kecondongan untuk menyimpang dari muslimîn rahimakumullâhYusuf Al-Qardhawi seorang ulama besar Mesir kontemporer berkata, “Apabila ingin melihat suatu negara di masa depan, maka lihatlah pemuda nya hari ini”. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peranan besar dan penting bagi suatu pentingnya peran pemuda, sehingga harus kita perhatikan bersama mengenai tumbuh kembang dan pergerakan pemuda di lingkungan kita; agar supaya mereka tidak terjerumus pada hal-hal yang mendatangkan Juga Hukum, Syarat, Rukun, Sunah Khutbah Jumat dan Adab KhatibAl-Qur’an telah memberikan petunjuk mengenai sikap keteladanan orang tua dalam mendidik anak-anaknya melalui penggambaran keluarga Luqman; sebagaimana firman Allah SWT dalam Qs. Lukman ayat 16-18 berikut iniيَٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوْ فِى ٱلْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌLuqman berkata “Hai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi; niscaya Allah akan mendatangkannya membalasinya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱنْهَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِHai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar; dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah.وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍDan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Luqman yang al-Qur’an gambarkan sebagai sosok pribadi seorang ayah yang bijaksana merupakan cermin pendidkan bagi orang tua dalam mendidik putra-putranya. Dalam wasiat-wasiat tersebut mengandung hakikat-hakikat pendidikan anak yang mendasar, dengan arah tujuan yang kisah arif Luqman dalam al-Qur’an tersebut, jika dikaitkan dengan kehidupan pemuda dalam bermasyarakat. Maka tidak lepas dari didikan orang-orang yang telah lebih dahulu muda yaitu para sesepuh atau orang tua sendiri. Hubungan diantara keduanya harus ada kolaborasi tentang bagaimana memikirkan masa muslimîn rahimakumullâhDemikian Khutbah Jumat Pemuda sebagai generasi penerus kita yang singkat ini. Semoga kita dapat Bersama-sama membersamai para pemuda dalam menghadapi dan menyongsong masa depan mereka. Sehingga mereka menjadi pemuda kebanggaan agama dan bangsanya Amiin Yaa Robbal’ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ فِى اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، اِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، وَالْعَصْرِ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِىْ خُسْرٍ اِلاَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوْ الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَKhutbah II اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمً. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُTeks dan naskah Khutbah Jumat Pemuda Adalah Generasi Penerus Kita ditulis oleh Saeful Nur Hidayat, Pengurus Cabang LDNU Cilacap [Tim Redaksi NU Cilacap Online] Momentum khutbah Jumat adalah saat penting mengingatkan umat tentang pesan-pesan takwa kepada Allah, karena ketakwaan menjadi parameter utama untuk mengukur tingkat kemuliaan manusia. Istiqamah adalah kunci agar semangat bertakwa senantiasa tertanam dalam diri hingga akhir hayat. Materi khutbah Jumat kali ini mengingatkan kembali bahwa zaman senantiasa bergerak secara dinamis. Banyak perubahan yang terjadi, baik secara teknologi, sosial-budaya, maupun tata kehidupan ekonomi dan politik. Namun, satu hal yang penting diperhatikan mustami penyimak khutbah Jumat tetap di garis ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala. Komitmen inilah yang kita kenal dengan “istiqamah”. Berikut contoh teks khutbah Jumat tentang "Zaman Berubah, Tetaplah Istiqamah!". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan dekstop. Semoga bermanfaat! Redaksi Khutbah I اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ فصلت ٣٠ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Dari atas mimbar khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara melaksanakan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari seluruh yang diharamkan. Kaum Muslimin rahimakumullah, Istiqamah adalah luzum tha’atillah konsisten dalam ketaatan dan kepatuhan kepada Allah ta’ala. Orang yang istiqamah adalah orang yang senantiasa konsisten taat kepada Allah, melaksanakan segenap kewajiban dan meninggalkan berbagai perkara haram. Orang yang berhasil istiqamah dalam kataatan kepada Allah, maka surga-lah tempatnya di akhirat. Allah ta’ala berfirman إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ فصلت ٣٠ Maknanya “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih, dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu’,” QS Fushshilat 30. Firman Allah “Kemudian mereka istiqamah” dalam ayat tersebut, menurut Sahabat Abu Bakar bermakna, “Mereka tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun.” Menurut Ibnu Abbas, “Mereka konsisten dalam melaksanakan kewajiban.” Sementara kata Qatadah, “Istiqamah dalam ketaatan kepada Allah.” Allah juga memerintahkan Nabi-Nya untuk Istiqamah فَلِذَلِكَ فَادْعُ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ الشورى ١٥ Maknanya “Maka karena itu serulah mereka kepada agama ini dan istiqamahlah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka" QS asy-Syura 15 Salah seorang sahabat pernah berkata kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, katakan kepadaku tentang Islam sebuah perkataan sehingga aku tidak perlu bertanya lagi kepada siapa pun setelahnya.” Rasulullah menjawab قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ رواه مسلم Maknanya “Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah” HR Muslim Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Istiqamah adalah salah satu tonggak yang sangat penting bagi sebuah bangsa atau umat agar bisa berjaya, menempati posisi yang mulia dan memimpin lajunya peradaban dunia. Suatu umat atau sebuah bangsa yang kehilangan permata istiqamah ini akan kehilangan arah dan mudah dikalahkan oleh musuh-musuhnya. Karena dengan hilangnya istiqamah, moral akan rusak, perbuatan keji dan hina akan menyebar, kerusakan akan merajalela, kekacauan akan merata dan umat akan dihantui oleh rasa hasud, dengki dan permusuhan. Sebaliknya istiqamah akan memberikan buah yang manis di tengah-tengah umat yang berpegang teguh dengannya. Seorang warga atau individu yang istiqamah akan hidup tenang, damai, taat dan tunduk kepada Allah, tidak menyakiti orang lain, bersabar ketika disakiti orang lain, selalu berperan serta dalam melakukan perbaikan-perbaikan di tengah masyarakat dan membimbing orang yang tersesat ke jalan yang benar. Jamaah Shalat Jum’at yang berbahagia, Jadi istiqamah adalah suatu keniscayaan bagi setiap individu dari sebuah umat atau bangsa, lebih-lebih para pemimpin. Pemimpin dalam skala besar ataupun kecil. Pemimpin dalam lingkup yang luas ataupun unit yang paling kecil. Mulai dari pemimpin suatu negara, pemimpin daerah, pemimpin perusahaan, sampai kepala rumah tangga. Imam Rifa’i pernah menyatakan اِسْتَقِمْ بِنَفْسِكَ يَسْتَقِمْ بِهَا غَيْرُكَ، كَيْفَ يَكُوْنُ الظِّلُّ مُسْتَقِيْمًا وَالْعُوْدُ أَعْوَجُ “Istiqamahkan dirimu maka orang lain akan menjadi istiqamah karenamu, bagaimana mungkin bayangan sebuah benda akan lurus jika bendanya bengkok?” Oleh karenanya sebuah komunitas, perkumpulan atau institusi apa pun yang berharap baik dan merindukan kesuksesan dan kejayaan haruslah dimulai dari istiqamah pemimpinnya. Jika pemimpin dan yang dipimpin istiqamah, guru dan murid istiqamah, suami dan istri istiqamah, direktur dan karyawan istiqamah, pejabat dan rakyat istiqamah dan seluruh lapisan masyarakat di semua bidang dan lini senantiasa istiqamah, maka kebaikan dan kesalehan akan merata di tengah masyarakat kita. Saudara-saudaraku seiman rahimakumullah, Marilah kita selalu istiqamah di jalan Allah meski zaman berubah, walaupun tahun telah berganti. Kita manfaatkan masa-masa hidup yang sementara ini untuk taat kepada Allah. Kehidupan kita di dunia ini adalah nikmat yang harus disyukuri dengan berupaya meraih kebaikan dunia dan akhirat. Kita diberi amanah berupa nikmat waktu, agar kita beramal tanpa ditunda-tunda lagi, tanpa kebingungan dan kehilangan arah. Hari-hari kita hidup di dunia, itulah umur kita. Orang yang tidak memanfaatkan umurnya maka umur itu yang akan melindasnya tanpa ia bisa meraih apa pun dari kehidupan yang fana ini. Al-Hasan al-Bashri pernah mengatakan ابْنَ آدَمَ، إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ، كُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ، ذَهَبَ بَعْضُكَ “Wahai manusia, engkau tidak lain adalah hari-hari yang terus berjalan, setiap lewat suatu hari maka sebagian dari dirimu telah hilang dan lenyap.” Bahkan al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi sangat menyayangkan waktu yang berlalu begitu saja hanya untuk makan. Ia mengatakan “Waktu yang sangat aku sayangkan pergi begitu saja adalah saat aku makan.” Kita mungkin tidak bisa mencapai tingkatan beliau. Tapi setidaknya apa yang beliau sampaikan menjadi cambuk bagi kita untuk selalu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Marilah kita terus istiqamah. Kita rawat dan jaga keimanan kita dari hal-hal yang merusak dan memutuskannya. Kita konsisten dalam taat kepada Allah. Ketaatan kepada Allah adalah cahaya di alam kubur, penyelamat di atas jembatan shirath di hari kemudian dan keberuntungan di hari kebangkitan. Marilah kita berdoa di hari yang penuh barakah ini. Mudah-mudahan kita dianugerahi kemampuan oleh Allah untuk istiqamah, melakukan semua jenis kebaikan dan menjauhi segenap dosa dan kemaksiatan di sepanjang kehidupan. Sehingga kita menjadi insan-insan yang saleh dan layak menjadi pilar-pilar masyarakat madani yang kita cita-citakan. Marilah kita berdoa dengan doa Imam al-Hasan al-Bashri اللهم أَنْتَ رَبُّنَا فَارْزُقْنَا الْاسْتِقَامَةَ “Ya Allah, Engkau adalah Tuhan kami, maka karuniakanlah kepada kami istiqamah di jalan-Mu.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ Ustadz Nur Rohmad, Pemateri/Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Ketua Bidang Peribadatan & Hukum, Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia Kab. Mojokerto Baca naskah khutbah Jumat lainnya Khutbah Jumat Tiga Kunci Utama Pintu Surga Khutbah Jumat Mewaspadai Virus Takabur Khutbah Jumat Musibah, Muhasabah, dan Mahabbah

khutbah jumat tentang pemuda akhir zaman